Monday, January 3, 2011

Dilema Tema Skripsi T_T

Huaah, semester terakhir nih sekarang. Kepanikan mulai muncul di kalangan anak-anak IE 2007. Gak cuma gue loh, hampir semuanya panik mengingat semester ini penentuan apakah bisa lulus dari kampus FEUI ini atau harus meneruskan kebersamaan dengan si makara abu-abu ini (TIDAK?!). Panik tersebut karena kebanyakan belum membuat proposal skripsi yang musti di submit ke Depie ( Sebutan departemen IE) tanggal 15 januari 2011 ini.Demi mencari inspirasi tema skripsi gua akhirnya memilih stay dulu di Depok sampai proposal skripsi dibuat.

Sebenernya, gua udah ada tema menarik yang pengen gua jadiin skripsi yaitu tentang ekonomi perbatasan. Entah kenapa setelah gw bergabung di K2N UI dua tahun berturut-turut kecintaan gue terhadap komunitas di perbatasan dan rasa ingin turut memajukan perbatasan mulai bersemi di hati gue (cih,haha). Ya entahlah, setelah gue pergi ke Miangas, Sulawesi Utara tahun 2009 dan tinggal selama sebulan disana dan tahun 2010 kemaren gw hidup di tengah-tengah masyarakat batutua, Rote Ndao, NTT gw merasa menajdi bagian dari mereka dan ingin ikut memberikan solusi atas kesulitan ekonomi mereka.

Well, di seminar ekonomi regional yang merupakan konsentrasi gw di kampus, dosen gw bilang isu perbatasan menarik untuk diteliti karena model pengembangan kawasannya cukup unik mengingat ada unsur geostrategis disana terkait kedaulatan bangsa. Gue berpikir untuk kawasan-kawasan perbatasan darat seperti daerah provinsi di Kalimantan yang berbatasan dengan Serawak Sabah, kemudian daerah NTT yang berbatasan dengan Timor Leste dan Papua yang berbatasan dengan Papua Nugini, apakah sebaiknya mereka membuka border untuk alasan perbaikan ekonomi atau dibiarkan saja ada border yang merestriksi masyarakat untuk bepergian keluar negeri.

Naah, masalahnya sekarang yang bikin gua stuck adalah :
1. Jurnal terkait perekonomian perbatasan minim jumlahnya. Ada beberapa jurnal yang membahas perbatasan seperti US-Meksiko, kemudian perbatasan negara-negara Asia Tengah namun model yang seperti kalimantan Serawak Sabah dimana perekonomian cukup timpang di daerah perbatasan Indonesia dengan perbatasannya Malaysia belum ada.
2. Model yang tepat untuk penelitian tersebut belum terbayang. Bisa saja sih sebetulnya pake analisis Shift-share, LQ, regional Input-Output, tapi ada kesulitan di data. Gw gak yakin gw bisa dapetin data-data perekonomian yang di Serawak/Sabah.
3. Untuk tahu aktivitas ekonomi disana, at least harus ada semacam observasi kesana supaya membantu analisis gw ttg seberapa penting masyarakat perbatasan bergantung kepada perekonomian di Serawak/Sabah. Naaah, untuk pergi kesana dan observasi sebulan di 3 daerah berbeda, setidaknya gua butuh dana minimal 8jt dan OK itu cukup gede menurut gw.
4. Untuk bikin penelitian ini entah kenapa gue gak yakin bsia dikerjakan tepat waktu semester 8 ini. Sedangkan gw harus lulus 4 tahun untuk memenuhu syarat dari Beasiswa Sampoerna Foundation yang udah gue dapetin dari semester 1.

Aaaakh, ni gw sekedar curcol aja sih Guys. haha, kali aja ada sponsor yang mau bantu kasih dana untuk penyelesaian skripsi gw. temen-temen gw disini pada bilang jangan terlalu keukeuh  di tema ini kalau pengen lulus tepat waktu. Yaa, mungkin ada benernya juga sih. Masalahnya, tema lain belum ada yang nyangkut di kepala gw. Dan gw sekarang bingung- sebingungbingungnya!!!!

What to do ..what to do..what to do.. Give me an input pleeease! Or some inspirations about thesis themes hehe.. It'll helpful !

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More